The Choco Cream
Otakku rasanya mau pecah, gara gara mengerjakan 20 soal Matematika dari Mrs. Jasline. “Len! Kamu bisa gak nomor 10?” bisik Eliza yang duduk disebelahku. Ya, aku memang duduk dengan Eliza. Sedangkan Grace duduk dengan Cathrine, dan Albert dengan Alex. “bisalah! Masa gitu aja gak bisa? Nih, yang ini, kamu simpen dulu. terus, yang ini dibagi negatif 3 terus di tambah 8. Baru kamu kurangin sama yang kamu simpen” jawabku sambil mengajari Eliza. “oh, Thank’s ya” katanya pelan. aku dan kelima sahabatku mengerjakan soal matematika dengan malasnya. Terlihat Grace sudah selesai dan mengumpulkan Note Book nya ke meja Mrs. Jasline.
Setelah 30 menit mengerjakan soal soal Matematika, akhirnya aku, Eliza, Albert, Cathrine dan Alex selesai. Aku juga langsung mengumpulkan Note Book ke meja Mrs. Jasline. “TING,TONG” bel pulang sekolah berbunyi pukul 1. “sekarang sudah waktunya pulang, yang sudah selesai silahkan berdoa lalu pulang. Sedangkan yang belum selesai kerjakan sampai selesai!” kata Mrs. Jasline. Aku segera merapihkan buku buku dimeja dan memasukannya kedalam tas. Lalu aku mulai berdoa. “Amin” kataku pelan setelah selesai berdoa. Eliza, Cathrine, Grace, Albert dan Alex juga selesai berdoa. Kami langsung menyerbu meja Mrs. Jasline untuk bersalaman.
“Siang anak anak” kata Mrs. Jasline pada kami. “siang Mrs.” jawab kami. Setelah bersalaman, kami secepat kilat keluar kelas dan duduk di kursi taman. “jadi ke The Choco Cream?” tanyaku pada sahabatku. “yap, tentu! Aku udah gak tahan pengen makan Truffle Double Choco!” kata Alex. Ya, dia memang suka Truffle Coklat di tokoku. “oke, Cabut..!!” kata Albert sambil berlari menuju Pagar Sekolah. Aku dan yang lainnya juga ikut berlari. Didepan pagar, Mr. Rooney sudah menunggu. Mr. Rooney adalah Supirku.
“ayo Non, masuk” kata Mr. Rooney padaku. Mobil pribadiku adalah Serena. “ayo, masuk” kataku pada kelima sahabatku. “oke” jawab mereka. “Len, aku sama Alex dibelakang ya” kata Albert. “ya udah, aku, Cathrine, Grace, dan Eliza di tengah” jawabku pelan. “oke” ujar Mr. Rooney. Mobil pun berjalan mulus. “Mr! jalannya cepetin dong” kata Cathrine. “oke non Cathrine” jawab Mr. Rooney. Letak The Choco Cream tidak terlalu jauh dari rumah atau sekolahku.
Sepuluh menit kemudian mobilku sudah sampai di depan The Choco Cream. “Mr. Rooney, Mom ada dirumah?” Tanyaku pada Mr. Rooney. “tadi nyonya sedang ke butik, katanya nanti mau menusul ke sini” jawab Mr. Rooney. “oh, eh! Guys, ayo!” kataku. “oke” jawab kelima sahabatku. Mr. Rooney memakirkan mobil di tempat Parkir. Aku dan kelima sahabatku masuk ke The Choco Cream. Aku dan kelima sahabatku duduk di Meja nomor 3.